Kamis, 28 Juli 2016
7/28/2016 07:05:00 PM
Unknown
Nagios merupakan sebuah aplikasi yang memposisikan dirinya sebagai aplikasi untuk memantau sistem dan jaringan. Maksud dari sistem disini bisa berupa resource dari suatu server ataupun aplikasi yang berjalan pada server, seperti cpu, memory, disk dan lain-lain. Nah, pada dasarnya aplikasi ini sering digunakan pada linux ubuntu dan debian server. Sebelum menginstall Nagios ini yang paling pertama dan yang paling utama kita sudah harus menginstall debian servernya terlebih dahulu yang sudah tersetting IP Address dan terinstall Apache2.
Minggu, 03 April 2016
4/03/2016 06:48:00 PM
Unknown
Postingan di awal bulan April, saya akan berbagi mengenai cara instalasi OpenVPN Server maupun OpenVPN Client dengan Mikrotik.
Inti dari tulisan ini adalah saya ingin menghubungkan dua buah jaringan lokal yang berada di kantor pusat dan kantor cabang agar bisa saling terkoneksi melalui jaringan internet. Kira-kira berikut adalah gambaran topologinya :
Skema ip addressnya akan saya samakan persis dengan gambar tersebut, apabila kalian ingin menggunakan ip address yang lain silahkan disesuaikan.
Prasyarat
1. Untuk dapat mengikuti artikel ini kalian diwajibkan sudah mengerti cara konfigurasi dasar mikrotik agar siap digunakan, baik dari konfigurasi ip address, hostname, gateway, dan yang lainnya. Selain itu kalian juga diwajibkan mengerti cara-cara pengoperasian mikrotik seperti cara meremote via winbox, cara memindahkan file ke mikrotik, dll.
2. Wajib mengerti konsep dasar TCP/IP dan jaringan. Sehingga kalian sudah tidak bingung lagi ketika muncul istilah-istilah seperti IP, subnet, gateway, routing statik, dll.
3. Wajib bisa menginstall linux dan sedikit pengoperasian dasar linux, khususnya Ubuntu atau Debian. Karena kita akan membutuhkan sedikit jasa dari Linux untuk membuat sertifikat yang diperlukan untuk membangun OpenVPN Server ini. Selain itu silahkan baca juga cara mengirim file dari Linux melalui SSH atau FTP, karena kita nanti perlu memindahkan file dari server Linux kita ke Mikrotik.
Jika kalian merasa sudah siap dengan prasyaratnya, maka mari kita mulai.
Pembuatan Sertifikat
1. Pertama-tama kita harus membuat sertifikat agar VPN Server kita dapat dikenali klien sebagai VPN Server yang asli. Intinya untuk pengamanan dan peng-enkripsian jalur komunikasi antara VPN Server dan VPN Klien nantinya. Berhubung mikrotik tidak memiliki fitur untuk membuat sertifikat, maka kita memerlukan jasa Linux Ubuntu untuk membuat sertifikatnya.
Silahkan kalian install Linux Ubuntu atau Debian (saya menggunakan Ubuntu Server 12.04 LTS), kemudian konfigurasikan jaringan dan repositorinya agar sudah siap untuk dapat menginstall aplikasi. Jika sudah, install aplikasi Openvpn :
2. Kemudian kopi contoh konfigurasi openvpn yang berada di direktori /usr/share/doc/openvpn/examples/ ke direktori tempat openvpn. Caranya seperti ini :
Setelah itu pindahlah ke direktori /etc/openvpn/2.0 dengan mengetikkan perintah berikut :
Edit file vars untuk mengganti identitas yang diperlukan openvpn saat membuat file-file sertifikat nantinya :
Pada baris paling bawah, gantilah beberapa informasi sehubungan dengan identitas perusahaan atau organisasi kalian. Edit seperti yang sudah saya tuliskan dibawah, sisanya biarkan saja :
Simpan dan tutup file tersebut. Sekarang kita akan membuat file-file sertifikatnya. Eksekusi perintah dibawah ini secara berurutan :
Apabila pada saat mengeksekusi perintah source vars diatas terdapat pesan error semacam "openssl not found", silahkan eksekusi perintah berikut :
Setelah itu baru eksekusi ulang perintah source vars.
3. Langkah berikutnya kalian tinggal memindahkan file server.crt dan server.key yang berada di direktori/etc/openvpn/2.0/keys ke komputer kalian, baru setelah itu kalian pindahkan lagi ke mikrotik.
Untuk memindahkan dari server Linux ke komputer saya, saya menggunakan teknik SCP. Silahkan kalian cari mengenai cara mengirim file di Linux menggunakan SCP. Bisa menggunakan SCP langsung atau WinSCP jika di Windows.
Setelah kedua file tersebut saya pindahkan ke komputer saya, saya pindahkan lagi file-file itu ke Mikrotik. Saya menggunakan teknik dari Filezilla. Silahkan kalian gunakan cara kalian masing-masing untuk mengirim file dari komputer ke Mikrotik.
Sampai sini tahap pembuatan file sertifikat untuk keperluan OpenVPN Server telah selesai.
Konfigurasi OpenVPN Server
1. Pertama-tama kita harus mengimport sertifikat dan key yang sudah kita masukkan ke mikrotik. Akses Mikrotik kalian via winbox, kemudian buka New Terminal, lalu ketikkan perintah berikut :
Jika diminta memasukkan passphrase, masukkan saja 1234.
2. Selanjutnya untuk membangun sebuah jaringan VPN seperti ini, kita perlu membuat subnet jaringan virtual baru agar memudahkan kita dalam memonitor jaringan VPN kita ini nantinya. Maksudnya seperti apa? Coba perhatikan gambar dibawah :
Disitu terlihat kita menambahkan sebuah ip baru pada tiap-tiap router, yaitu 10.0.0.1 dan 10.0.0.2. Tujuannya seperti yang sudah saya katakan, agar memudahkan kita dalam memonitor jaringan VPN kita. Nantinya ketika jaringan VPN kita ini sudah terkoneksi, maka yang terbaca adalah kedua ip baru tersebut. Dan kedua ip tersebut harus berada dalam satu subnet. Dalam kasus ini maka mereka tergabung dalam subnet 10.0.0.0/24.
Sekilas pada topologi diatas memang terlihat tidak perlu, karena ether1 dari kedua router saya memang sudah satu subnet, 192.168.0.13 dan 192.168.0.14 sudah tergabung dalam subnet 192.168.0.0/24. Tapi jika di dunia nyata, ip publik tidak akan satu subnet seperti itu. Bisa jadi ether1 pada KPusat adalah 118.97.87.0.1 sedangkan ether1pada KCabang-1 adalah 184.25.22.11. Nah, makanya untuk menggabungkan kedua ip publik yang berbeda jauh ini kita perlu membuat ip virtual yang seolah-olah kedua router kita terhubung dalam satu subnet.
Untuk membuatnya, arahkan ke menu PPP > Secrets > +
Name : ovpn-KCabang1 #diisi dengan username yang akan digunakan oleh klien untuk koneksi ke VPN Server ini nantinya. Bebas.
Password : passovpn #diisi dengna password yang akan digunakan oleh klien. Bebas.
Local address : 10.0.0.1 #ip virtual yang digunakan oleh KPusat.
Remote address : 10.0.0.2 #ip virtual yang digunakan oleh KCabang-1
Routes : 192.168.11.0/24 10.0.0.2 #mengarahkan jaringan lokal KPusat yang ingin menuju jaringan lokal KCabang-1, harus melewati 10.0.0.2 (ip virtual KCabang-1
Jika sudah klik OK.
3. Terakhir aktifkan interface OVPN Server melalui PPP > Interface > OVPN Server
Enabled : Centang #Untuk mengaktifkan interface OVPN Server
Mode : Ethernet
Certificate : cert1 #pilih sertifikat yang sudah kita import diawal.
Require Client Certificate : Jangan dicentang
Silahkan disesuaikan dengan gambar milik saya ini :
Jika sudah klik OK.
Konfigurasi OpenVPN Client
1. Untuk konfigurasi dari sisi KCabang-1 sebagai OpenVPN Client caranya cukup mudah. Kalian tinggal menambahkan interface OVPN Client untuk mengkoneksikan KCabang-1 ke KPusat.
Arahkan ke menu Interface > + > OVPN Client
Connect To : 192.168.0.13 #diisi dengan ip publik asli dari KPusat/OVPN Server
Mode : ethernet
User : ovpn-KCabang1 #samakan dengan Name pada saat membuat PPP Secret pada KPusat
Password : passovpn #samakan dengan Password pada saat membuat PPP Secret pada KPusat
Jika sudah klik Apply. Pastikan Status sudah menunjukkan connected pada sisi kanan bawah sebelum mengklikOK.
2. Selanjutnya kalian perlu menambahkan tabel routing secara manual agar jaringan lokal pada KCabang-1 bisa terhubung dengan jaringan lokal pada KPusat. Masuk ke IP > Routes > + :
Dst. Address : 192.168.10.0/24 #diisi dengan subnet jaringan lokal KPusat
Gateway : 10.0.0.1 #diisi dengan ip virtual KPusat. Karena jika kita ingin menuju 192.168.10.0/24 harus melewati 10.0.0.1.
Jika sudah klik OK.
Sampai tahap ini, proses pengkonfigurasian OpenVPN Server dan OpenVPN Client telah selesai.
Pengetesan
Untuk memastikan bahwa benar kedua jaringan lokal pada KPusat dan KCabang-1 sudah terkoneksi, maka kalian bisa mencoba melakukan ping dari jaringan 192.168.10.0/24 ke jaringan 192.168.11.0/24 maupun sebaliknya.
Contoh, saya melakukan ping dari klien KCabang-1 ber-ip 192.168.11.2 ke klien KPusat yang ber-ip192.168.10.100 :
Kemudian saya coba traceroute ke 192.168.10.100 dan terlihat bahwa saya melewati ip 10.0.0.1 :
Silahkan dicoba sendiri untuk kebalikannya, yaitu dari KPusat ke KCabang-1.
Semoga bermanfaat :)
Inti dari tulisan ini adalah saya ingin menghubungkan dua buah jaringan lokal yang berada di kantor pusat dan kantor cabang agar bisa saling terkoneksi melalui jaringan internet. Kira-kira berikut adalah gambaran topologinya :

Skema ip addressnya akan saya samakan persis dengan gambar tersebut, apabila kalian ingin menggunakan ip address yang lain silahkan disesuaikan.
Prasyarat
1. Untuk dapat mengikuti artikel ini kalian diwajibkan sudah mengerti cara konfigurasi dasar mikrotik agar siap digunakan, baik dari konfigurasi ip address, hostname, gateway, dan yang lainnya. Selain itu kalian juga diwajibkan mengerti cara-cara pengoperasian mikrotik seperti cara meremote via winbox, cara memindahkan file ke mikrotik, dll.
2. Wajib mengerti konsep dasar TCP/IP dan jaringan. Sehingga kalian sudah tidak bingung lagi ketika muncul istilah-istilah seperti IP, subnet, gateway, routing statik, dll.
3. Wajib bisa menginstall linux dan sedikit pengoperasian dasar linux, khususnya Ubuntu atau Debian. Karena kita akan membutuhkan sedikit jasa dari Linux untuk membuat sertifikat yang diperlukan untuk membangun OpenVPN Server ini. Selain itu silahkan baca juga cara mengirim file dari Linux melalui SSH atau FTP, karena kita nanti perlu memindahkan file dari server Linux kita ke Mikrotik.
Jika kalian merasa sudah siap dengan prasyaratnya, maka mari kita mulai.
Pembuatan Sertifikat
1. Pertama-tama kita harus membuat sertifikat agar VPN Server kita dapat dikenali klien sebagai VPN Server yang asli. Intinya untuk pengamanan dan peng-enkripsian jalur komunikasi antara VPN Server dan VPN Klien nantinya. Berhubung mikrotik tidak memiliki fitur untuk membuat sertifikat, maka kita memerlukan jasa Linux Ubuntu untuk membuat sertifikatnya.
Silahkan kalian install Linux Ubuntu atau Debian (saya menggunakan Ubuntu Server 12.04 LTS), kemudian konfigurasikan jaringan dan repositorinya agar sudah siap untuk dapat menginstall aplikasi. Jika sudah, install aplikasi Openvpn :
$ sudo apt-get install openvpn2. Kemudian kopi contoh konfigurasi openvpn yang berada di direktori /usr/share/doc/openvpn/examples/ ke direktori tempat openvpn. Caranya seperti ini :
$ sudo -i
# cp -R /usr/share/doc/openvpn/examples/easy-rsa/2.0 /etc/openvpn
# cp /usr/share/doc/openvpn/examples/sample-config-files/server.conf.gz /etc/openvpnSetelah itu pindahlah ke direktori /etc/openvpn/2.0 dengan mengetikkan perintah berikut :
# cd /etc/openvpn/2.0/Edit file vars untuk mengganti identitas yang diperlukan openvpn saat membuat file-file sertifikat nantinya :
# nano varsPada baris paling bawah, gantilah beberapa informasi sehubungan dengan identitas perusahaan atau organisasi kalian. Edit seperti yang sudah saya tuliskan dibawah, sisanya biarkan saja :
# These are the default values for fields
# which will be placed in the certificate.
# Don't leave any of these fields blank.
export KEY_COUNTRY="ID"
export KEY_PROVINCE="JB"
export KEY_CITY="Bandung"
export KEY_ORG="Cilsy"
export KEY_EMAIL="admin@linuxsupports.com"export KEY_EMAIL=admin@linuxsupports.com .png)
Simpan dan tutup file tersebut. Sekarang kita akan membuat file-file sertifikatnya. Eksekusi perintah dibawah ini secara berurutan :
# source vars
# ./clean-all
# ./build-dh
# ./pkitool --initca
# ./pkitool --server server
# ./pkitool clientApabila pada saat mengeksekusi perintah source vars diatas terdapat pesan error semacam "openssl not found", silahkan eksekusi perintah berikut :
# mv openssl-1.0.0.cnf openssl.cnfSetelah itu baru eksekusi ulang perintah source vars.
3. Langkah berikutnya kalian tinggal memindahkan file server.crt dan server.key yang berada di direktori/etc/openvpn/2.0/keys ke komputer kalian, baru setelah itu kalian pindahkan lagi ke mikrotik.
Untuk memindahkan dari server Linux ke komputer saya, saya menggunakan teknik SCP. Silahkan kalian cari mengenai cara mengirim file di Linux menggunakan SCP. Bisa menggunakan SCP langsung atau WinSCP jika di Windows.
.png)
Setelah kedua file tersebut saya pindahkan ke komputer saya, saya pindahkan lagi file-file itu ke Mikrotik. Saya menggunakan teknik dari Filezilla. Silahkan kalian gunakan cara kalian masing-masing untuk mengirim file dari komputer ke Mikrotik.

Sampai sini tahap pembuatan file sertifikat untuk keperluan OpenVPN Server telah selesai.
Konfigurasi OpenVPN Server
1. Pertama-tama kita harus mengimport sertifikat dan key yang sudah kita masukkan ke mikrotik. Akses Mikrotik kalian via winbox, kemudian buka New Terminal, lalu ketikkan perintah berikut :
/certificate import file-name=server.crt
/certificate import file-name=server.keyJika diminta memasukkan passphrase, masukkan saja 1234.
2. Selanjutnya untuk membangun sebuah jaringan VPN seperti ini, kita perlu membuat subnet jaringan virtual baru agar memudahkan kita dalam memonitor jaringan VPN kita ini nantinya. Maksudnya seperti apa? Coba perhatikan gambar dibawah :

Sekilas pada topologi diatas memang terlihat tidak perlu, karena ether1 dari kedua router saya memang sudah satu subnet, 192.168.0.13 dan 192.168.0.14 sudah tergabung dalam subnet 192.168.0.0/24. Tapi jika di dunia nyata, ip publik tidak akan satu subnet seperti itu. Bisa jadi ether1 pada KPusat adalah 118.97.87.0.1 sedangkan ether1pada KCabang-1 adalah 184.25.22.11. Nah, makanya untuk menggabungkan kedua ip publik yang berbeda jauh ini kita perlu membuat ip virtual yang seolah-olah kedua router kita terhubung dalam satu subnet.
Untuk membuatnya, arahkan ke menu PPP > Secrets > +
Name : ovpn-KCabang1 #diisi dengan username yang akan digunakan oleh klien untuk koneksi ke VPN Server ini nantinya. Bebas.
Password : passovpn #diisi dengna password yang akan digunakan oleh klien. Bebas.
Local address : 10.0.0.1 #ip virtual yang digunakan oleh KPusat.
Remote address : 10.0.0.2 #ip virtual yang digunakan oleh KCabang-1
Routes : 192.168.11.0/24 10.0.0.2 #mengarahkan jaringan lokal KPusat yang ingin menuju jaringan lokal KCabang-1, harus melewati 10.0.0.2 (ip virtual KCabang-1
.png)
Jika sudah klik OK.
3. Terakhir aktifkan interface OVPN Server melalui PPP > Interface > OVPN Server
Enabled : Centang #Untuk mengaktifkan interface OVPN Server
Mode : Ethernet
Certificate : cert1 #pilih sertifikat yang sudah kita import diawal.
Require Client Certificate : Jangan dicentang
Silahkan disesuaikan dengan gambar milik saya ini :
.png)
Jika sudah klik OK.
Konfigurasi OpenVPN Client
1. Untuk konfigurasi dari sisi KCabang-1 sebagai OpenVPN Client caranya cukup mudah. Kalian tinggal menambahkan interface OVPN Client untuk mengkoneksikan KCabang-1 ke KPusat.
Arahkan ke menu Interface > + > OVPN Client
Connect To : 192.168.0.13 #diisi dengan ip publik asli dari KPusat/OVPN Server
Mode : ethernet
User : ovpn-KCabang1 #samakan dengan Name pada saat membuat PPP Secret pada KPusat
Password : passovpn #samakan dengan Password pada saat membuat PPP Secret pada KPusat
.png)
Jika sudah klik Apply. Pastikan Status sudah menunjukkan connected pada sisi kanan bawah sebelum mengklikOK.
2. Selanjutnya kalian perlu menambahkan tabel routing secara manual agar jaringan lokal pada KCabang-1 bisa terhubung dengan jaringan lokal pada KPusat. Masuk ke IP > Routes > + :
Dst. Address : 192.168.10.0/24 #diisi dengan subnet jaringan lokal KPusat
Gateway : 10.0.0.1 #diisi dengan ip virtual KPusat. Karena jika kita ingin menuju 192.168.10.0/24 harus melewati 10.0.0.1.
Jika sudah klik OK.
Sampai tahap ini, proses pengkonfigurasian OpenVPN Server dan OpenVPN Client telah selesai.
Pengetesan
Untuk memastikan bahwa benar kedua jaringan lokal pada KPusat dan KCabang-1 sudah terkoneksi, maka kalian bisa mencoba melakukan ping dari jaringan 192.168.10.0/24 ke jaringan 192.168.11.0/24 maupun sebaliknya.
Contoh, saya melakukan ping dari klien KCabang-1 ber-ip 192.168.11.2 ke klien KPusat yang ber-ip192.168.10.100 :
.png)
Kemudian saya coba traceroute ke 192.168.10.100 dan terlihat bahwa saya melewati ip 10.0.0.1 :
.png)
Silahkan dicoba sendiri untuk kebalikannya, yaitu dari KPusat ke KCabang-1.
Semoga bermanfaat :)
4/03/2016 06:45:00 PM
Unknown
Hai pengguna komputer, sudah lama saya tidak mengetik selama minggu ini, saya sedang mencari ide. Selama berminggu-minggu saya belajar membuat program sederhana dari bahasa C. Saya menemukan sebuah cara untuk membuat program sederhana. Cara ini bisa digunakan untuk pemula yang baru belajar bahasa pemprograman dengan bahasa C. Langsung saja ke bahasa pemprogramannya :
"NB : agan bisa copy paste langsung bahasa pemprogramannya yang ada di bawah ini."
#include <stdio.h>
main()
{
int hasilpertama, hasilkedua, hasilmenang, orang1pertandingan1, orang1pertandingan2, orang1pertandingan3, orang2pertandingan1, orang2pertandingan2, orang2pertandingan3;
printf("Masukkan kode 1-0\n");
printf("Jika Kode 1 berarti Menang, jika Kode 0 berarti Kalah\n\n");
printf("Orang pertama\n");
printf("Menang pada pertandingan pertama : "); scanf("%d", &hasilmenang);
switch (hasilmenang)
{
case 1:
orang1pertandingan1 = 1;
break;
case 0:
orang1pertandingan1 = 0;
break;
default:
printf("Masukkan kode antara 0-1 saja");
}
printf("Menang pada pertandingan kedua : "); scanf("%d", &hasilmenang);
switch (hasilmenang)
{
case 1:
orang1pertandingan2 = 1;
break;
case 0:
orang1pertandingan2 = 0;
break;
default:
printf("Masukkan kode antara 0-1 saja");
}
printf("Menang pada pertandingan ketiga : "); scanf("%d", &hasilmenang);
switch (hasilmenang)
{
case 1:
orang1pertandingan3 = 1;
break;
case 0:
orang1pertandingan3 = 0;
break;
default:
printf("Masukkan kode antara 0-1 saja");
}
hasilpertama = orang1pertandingan3+orang1pertandingan2+orang1pertandingan1;
printf("\nOrang kedua\n");
printf("Menang pada pertandingan pertama : "); scanf("%d", &hasilmenang);
switch (hasilmenang)
{
case 1:
orang2pertandingan1 = 1;
break;
case 0:
orang2pertandingan1 = 0;
break;
default:
printf("Masukkan kode antara 0-1 saja");
}
printf("Menang pada pertandingan kedua : "); scanf("%d", &hasilmenang);
switch (hasilmenang)
{
case 1:
orang2pertandingan2 = 1;
break;
case 0:
orang2pertandingan2 = 0;
break;
default:
printf("Masukkan kode antara 0-1 saja");
}
printf("Menang pada pertandingan ketiga : "); scanf("%d", &hasilmenang);
switch (hasilmenang)
{
case 1:
orang2pertandingan3 = 1;
break;
case 0:
orang2pertandingan3 = 0;
break;
default:
printf("Masukkan kode antara 0-1 saja");
}
hasilkedua = orang2pertandingan3+orang2pertandingan2+orang2pertandingan1;
if (hasilpertama>hasilkedua)
printf("orang pertama menang\n");
else if (hasilpertama<hasilkedua)
printf("orang kedua menang\n");
else if (hasilpertama=hasilkedua)
printf ("Kedua orang tersebut mempunyai point yang sama\n");
}
Minggu, 13 Maret 2016
3/13/2016 04:07:00 AM
Unknown
IP Address merupakan elemen penting dalam PC komputer atau laptop yang sangat penting. IP Address atau Internet Protocol Address adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Untuk mengetahui IP Address PC, Komputer atau Laptop Anda tidak lah sulit. Namun, mungkin sebagian dari Anda masih belum tahu Cara Mengetahui IP Address Komputer PC Laptop Sendiri.
Berikut adalah cara mudah Mengetahui IP Address Komputer Kita :
Buka “Command Prompt”, Caranya klik “Run” lalu ketik CMD atau ketik Command Prompt
Setelah “CMD” atau “Command Prompt” terbuka, ketik “ipconfig”
Dan akan terlihat IP Address Anda seperti yang ditunjukkan gambar berikut ini.
Dari gambar diatas dapat kita ketahui IP kita adalah 192.168.1.9
Cara Melihat IP Komputer Lain
Untuk mengetahui IP Address PC, Komputer atau Laptop Anda tidak lah sulit. Namun, mungkin sebagian dari Anda masih belum tahu Cara Mengetahui IP Address Komputer PC Laptop Sendiri.
Berikut adalah cara mudah Mengetahui IP Address Komputer Kita :
Buka “Command Prompt”, Caranya klik “Run” lalu ketik CMD atau ketik Command Prompt
Setelah “CMD” atau “Command Prompt” terbuka, ketik “ipconfig”
Dan akan terlihat IP Address Anda seperti yang ditunjukkan gambar berikut ini.
Dari gambar diatas dapat kita ketahui IP kita adalah 192.168.1.9
Cara Melihat IP Komputer Lain
Setelah post sebelumnya mengenai cara lihat IP komputer kita, Kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana cara mengetahui IP Komputer lain. Berikut langkah – langkahnya :
(NB : Komputer anda harus terhubung ke jaringan)
Buka CMD pada komputer caranya klik start>lalu klik Run,setela itu ketik cmd lalu klik ok
maka akan tampil jendela CMD
maka akan tampil jendela CMD
- Buka dulu CMD, caranya klik tombol Windows, terus tulis aja CMD dan enter.
- Ketika CMD sudah terbuka, maka ketikkan
Net View
Net View Command Prompt
Net View gunanya untuk melihat komputer mana saja yang konek ke Wifi. - Kemudian kita ketikkan lagi
ping [nama_komputer_korban]
contoh : ping EKA_KURNIAWAN
Mengetahui IP Komputer Lain - Yang saya blok dengan warna kuning ( 192.168.0.56) itu adalah IP korban kita.
Langganan:
Postingan (Atom)
RSS Feed
Twitter.png)
